6 Mitos Osteoporosis Penyebab Penderita Osteoporosis Meningkat

6 Mitos Osteoporosis Penyebab Penderita Osteoporosis MeningkatOsteoporosis merupakan gangguan yang berhubungan dengan pengoroposan tulang  yang pada akhirnya membuat tulang melemah dan mudah patah atau retak.

Perlu diketahui pula bahwa penyakit osteoporosis ini telah mempengaruhi puluhan juta orang setiap tahunnya, utamanya bagi mereka yang telah berusia 50 tahun keatas. Tapi tidak menutup kemungkinan orang diusia muda juga bisa mengalaminya. Mengapa demikian?

Orang-orang yang kurang memperhatikan asupan nutrisi untuk tulang secara berimbang merupakan faktor penyebab utama. Selain itu, orang yang masih dalam kelompok usia muda selalu beranggapan bahwa osteoporosis itu penyakit khusus orang-orang tua.

Memang, akhir-akhir ini ada beberapa mitos yang berkembang dimasyarakat mengenai Osteoporosis ini sehingga kebanyakan dari kita sering terlena dan kurang memperhatikan kesehatan tulang kita sendiri.

1. Faktor penuaan

Osteoporosis dan patah tulang lebih mungkin terjadi seiring bertambahnya usia dan sangat sulit dihindari kecuali dengan cara menghambat kehadiran mereka dengan mencukupi kebutuhan kalsium, vitamin D dan olahraga secara rutin.

Jadi, siapapun yang kuarang memenuhi beberapa asupan nutrisi untuk tulang sudah bisa dipastikan bahwa mereka adalah kelompok yang sangat beresiko terkena osteoporosis.

2. Hanya wanita yang bisa terkena Osteoporosis

Salah satu mitos yang berkembang mengenai osteoporosis ini bahwa hanya wanita yang bisa terkena Osteoporosis. Memang benar bahwa lebih banyak perempuan yang menderita osteoporosis dibandingkan laki-laki tapi tidak menutup kemungkinan bahwa kaum laki-laki juga bisa mengalaminya. Bahkan, satu dari lima pria Amerika di atas 50 menderita osteoporosis dibandingkan dengan wanita dengan hanya rasio satu berbanding tiga.

3. Tidak perlu khawatir selama masih muda

Sekitar 90 persen dari massa tulang diperoleh pada usia 18 untuk anak perempuan dan usia 20 tahun untuk anak laki-laki. Jadi tidak benar bahwa nanti diusia tua baru memperhatikan nutrisi tulang ini atau pada saat anda mengalami patah tulang ataupun pasca menopause.

Membangun kepadatan tulang sejak dini dengan mengembangkan kebiasaan mengkonsumsi makanan bernutrisi tinggi untu kesehatan tulang kita.

4. Patah tulang tidak sampai menghilangkan nyawa

Patah tulang sering dianggap kurang membahayakan dibanding dengan penyakit kronis lainnya. Padahal tidaklah demikian adanya. Osteoporosis adalah kondisi serius dan kadang-kadang fatal.

Osteoporosis menyebabkan patah tulang pada pinggul dan, menurut data valid yang diambil dari otoritas osteoporosis mengungkapkan bahwa sekitar 25 persen orang meninggal dalam enam hingga 12 bulan setelah mengalami patah tulang pinggul. Mengapa demikian? \

Operasi penggantian pinggul dapat menyebabkan masalah seperti aritmia, komplikasi anestesi, pneumonia, serangan jantung, atau infeksi pada orang dewasa yang lebih tua.

5. Tulang hanya bisa patah saat terbentur atau terjatuh

Kebanyakan orang mengalami patah tulang saat terjatuh atau terbentur, tapi kadang-kadang pada tulang yang lemah bisa mengalami patah tulang secara tiba-tiba hanya karena bersandar di atas tempat tidur, terpeleset dan atau mendapatkan tekanan yang sedang bisa mengalami patah tulang.

Bahkan pada penderita osteoporosis yang parah bisa megalami keretakan pada tulang kaki atau tulang pinggul disaat sedang berjalan.

6. Pengoroposan tulang tidak bisa dipadatkan kembali

Seseorang dengan osteoporosis, tidak bisa dipadatkan kembali seperti diusia muda mereka. Sekali terkena osteoporosis maka selamanya akan menanggung akibatnya. Tapi ini hanyalah mitos belaka karena saat ini telah ditemukan obat osteoporosis dapat meningkatkan kepadatan tulang dengan beberapa persen per tahun selama tiga sampai empat tahun.

Osteoporosis secara umum dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kebebasan untuk bergerak. bahkan hingga kematian. Oleh karena itu pentingnya menjaga kesehatan tulang kita sejak dini dan tak perlu harus mengalami cedera patah tulang baru menyadarinya.