4 Penyebab Utama Perdarahan Saat Operasi Sesar

Perdarahan pada Operasi SesarMengalami pendarahan saat operasi sesar mungkin hal yang wajar dan biasa-biasa saja sepanjang pendarahan tersebut masih bisa dikendalikan.

Penyebab pendarahan saat operasi sesar yang dimaksud disini yaitu pendarahan yang sulit dikendalikan karena adanya kerusakan pada pembuluh darah utama yang rusak selama operasi. Alasan lainnya karena adanya komplikasi seperti perdarahan postpartum, gangguan pada plasenta atau masalah lain pada dinding rahim.

Berikut ini adalah beberapa penyebab lain pendarahan setelah menjalani operasi sesar yang bisa menyebabkan pasien bisa kehilangan darah yang banyak seperti yang dirangkum oleh dunia medis dibawah ini.

4 Penyebab Utama Perdarahan Saat Operasi Sesar

1. Atonia uteri
Atonia uteri salah satu penyebab perdarahan setelah Operasi sesar. Seorang wanita mengalami atonia uteri ketika rahimnya tidak berkontraksi setelah plasenta terlepas. Kontraksi rahim bisa mencegah daerah sekitar plasenta dari pendarahan dengan menutup pembuluh darah dalam rahim setelah plasenta keluar dari vagina. Jika rahim tidak berkontraksi setelah melahirkan maka bekas menempelnya plasenta tetap terbuka dan mengakibatkan perdarahan berat.

2. Laserasi
Laserasi salahsatu hal yang berkontribusi pendarahan setelah Operasi sesar. Selama Operasi sesar dokter membuat sayatan dari perut atau pusar wanita sehingga bayi dapat diselamatkan keluar dari rahim ibunya.

Kadang-kadang sayatan awal tidak cukup lebar untuk bayi untuk keluar dari tubuh ibu menyebabkan jaringan disekitar sayatan robek. Seorang wanita mungkin juga mengalami perdarahan jika arteri besar dan vena dekat rahimnya secara tidak sengaja dipotong selama Operasi sesar.

3. Fragmen (kepingan) plasenta
Fragmen plasenta dapat menyebabkan perdarahan setelah Operasi sesar. Beberapa wanita mungkin mengalami pendarahan berat setelah Operasi sesar karena fragmen plasenta tetap berada di rahim. Fragmen (kepingan) plasenta yang tersisa lebih sering terjadi pada wanita yang telah menjalani lebih dari satu kali Operasi sesar.

4. Plasenta Akreta
Penyebab umum perdarahan setelah Operasi sesar lainnya adalah akreta plasenta . Plasenta akreta terjadi ketika plasenta wanita menancap atau melekat terlalu dalam ke dalam rahim dan tidak dapat terpisah secara alami dari dinding rahim setelah Operasi sesar. Wanita yang memiliki plasenta akreta beresiko perdarahan berat atau perdarahan karena dokter akan menempuh secara manual melepaskan plasenta dari dinding rahim.

Jadi bagi tenaga medis yang khusus menangani bedah pada persalinan perlu memperhatikan hal-hal tersebut diatas untuk mengantisipasi segala hal yang mungkin dibutuhkan untuk menyelamatkan ibu dan bayi saat proedur dan pasca bedah sesar. Dan semoga 4 Penyebab Utama Perdarahan Setelah Operasi Sesar diatas bisa menjadi informasi tambahan bagi ibu hamil yang akan menjalani operasi sesar.