Gejala dan Komplikasi Penyakit Campak

Bahaya Penyakit CampakCampak merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan serius.

Disisi lain, pengobatan khusus campak hingga saat ini belum ditemukan obat yang manjur untuk mengatasinya kecuali dengan meningkatkan system imun tubuh ketika terserang virus ini.

Oleh karena itu sebelum terserang virus ini alangkah baiknya untuk segera mendapatkan vaksin campak dari dokter anda karena pada Individu yang tidak divaksinasi, 22 kali lebih beresiko terserang campak daripada yang mereka yang telah divaksin.

Gejala campak sendiri dapat dikenali dengan beberapa gejala, seperti demam yang berlangsung selama beberapa hari dan didiikuti dengan batuk, pilek dan konjungtivitis (mata merah).

Munculnya ruam dimulai pada wajah dan bagian atas leher dan akhirnya menyebar di bagian belakang, kemudian meluas ke lengan dan tangan, serta kaki. Setelah sekitar lima hari biasanya ruam mulai memudar.

Sebenarnya gejala campak umumnya muncul dalam dua tahap. Pada tahap pertama dimulai dari 2-4 hari setelah terinfeksi ditandai dengan hidung meler, batuk dan sedikit demam.

Gejala tahap pertama ini juga bisa ditandai dengan mata terlihat kemerahan dan sensitif terhadap cahaya, suhu tubuh mengalami kenaikan secara bertahap dan bisa mencapai 40° C. Munculnya bintik-bintik kemerahan pada permukaan kulit bahkan pada gusi penderita.

Pada tahap kedua penyakit campak ini dimulai pada hari ketujuh setelah infeksi dan terdiri dari ruam merah yang berlangsung selama 5-6 hari. Ruam biasanya dimulai pada wajah dan kemudian menyebar ke bawah dan ke luar, mencapai tangan dan kaki dan kemudian memudar.

Gejala lain termasuk penurunan berat badan, diare dan membesarnya kelenjar getah bening.

Komplikasi Penyakit Campak
Selain beberapa gejala campak diatas, komplikasi yang mungkin bisa timbul sebagai peringatan kepada kita untuk mengenali tubuh sedang terserang virus rubeola ini adalah pneumonia dan ensefalitis (penyakit peradangan otak). Komplikasi lainnya termasuk infeksi pada bagian tengah telinga , diare dan kejang.

Infeksi pada ibu selama kehamilan dapat menyebabkan berat bayi lahir rendah, persalinan prematur, keguguran dan bahkan menyebabkan bayi cacat lahir.