Penyebab dan Cara Mengobati Keringat Malam

Gejala Penyakit Berkeringat MalamSering berkeringat di malam hari meski tubuh dalam kondisi yang rileks dan cuaca tidak panas biasanya menjadi tanda adanya gangguan medis yang mendasarinya.

Dalam dunia medis, kelainan ini sering diistilahkan dengan hiperhidrosis nokturnal yang berarti bahwa keringat berlebihan pada waktu malam.

Penyebab hiperhidrosis nocturnal ini sebenarnya sangat banyak, namun beberapa faktor penyebab yang paling umum dari kelainan ekskresi keringat ini seperti :

• Obstruktif sleep apnea (kondisi yang menyebabkan pernapasan terganggu saat tidur)
• Pengaruh obat antidepresan dan beberapa obat psikiatri lainnya
• Efek samping dari aspirin dan obat steroid prednisolon
• Penyalahgunaan alkohol atau penyalahgunaan narkoba terutama penggunaan heroin
• Gejala Hipoglikemia (gula darah rendah) yang umumnya terkait dengan diabetes.
• Infeksi TBC
• Radang katup jantung
• Osteomyelitis (infeksi tulang), abses , dan HIV / AIDS
• Kanker

Berkeringat di malam hari juga merupakan gejala awal dari kanker tertentu seperti limfoma atau leukemia. Gangguan hormon seperti pheochromocytoma dan karsinoid sindrom (tumor yang menyebabkan tubuh kelebihan hormon) dan kelenjar tiroid yang terlalu aktif menjadi salah satu hiperhidrolis nocturnal.

Selain beberapa faktor diatas, berkeringat yang berlebihan dimalam hari juga dapat disebabkan oleh penyebab hot flashes yaitu kondisi yang terjadi karena penurunan tingkat hormone sebagai gejala awal dari menopause.

Perawatan untuk mengatasi keringat malam yang berlebihan

Antiperspirant

Keringat berlebihan dapat dikendalikan dengan kuat anti-perspirants. Produk yang mengandung 10% sampai 20% aluminium klorida hexahydrate adalah baris pertama pengobatan untuk ketiak.

Beberapa pasien mungkin akan diresepkan produk yang mengandung dosis yang lebih tinggi dari aluminium klorida
Namun kekurangan dari perawatan antiperspirant ini dapat menyebabkan iritasi kulit dan dalam pengguanaan dosis besar dari aluminium klorida dapat merusak pakaian.

Catatan: Deodoran tidak mencegah berkeringat, tetapi membantu dalam mengurangi bau badan.

Obat antikolinergik

Obat antikolinergik seperti glycopyrrolate (Robinul, Robinul-Forte), membantu mencegah stimulasi kelenjar keringat. Meskipun efektifitas untuk semuan pasien, obat ini belum diteliti secara maksimal. Efek samping obat ini berupa mulut kering, pusing, dan masalah dengan buang air kecil.
Beta-blocker atau benzodiazepin dapat membantu mengurangi keringat yang terkait dengan stres.

Iontophoresis

Prosedur Iontophoresis menggunakan listrik untuk mematikan sementara kelenjar keringat. Hal ini paling efektif untuk berkeringat pada tangan dan kaki. Tangan atau kaki ditempatkan ke dalam air, dan kemudian dialiri dengan arus listrik dengan ukuran tertentu.

Arus listrik ini secara bertahap ditingkatkan sampai pasien merasa kesemutan ringan. Terapi berlangsung sekitar 10-20 menit. Efek samping penggunaan metode Iontophoresis termasuk kulit retak dan lecet, meskipunhal ini jarang terjadi.

Botox

Toksin botulinum tipe A (Botox) untuk pengobatan keringat ketiak parah dapat diterapkan oleh dokter dan atas persetujuan pasien. Biasanya botox diterapkan pada pasien yang menderita kondisi yang disebut hiperhidrosis aksilaris primer.

Keringat pada malam hari disamping disebabkan karena faktor gejala penyakit , hiperhidrolisis nocturnal ini juga karena factor genetika. Untuk menentukan pilihan pengobatan, hubungi dokter anda.

Dan semoga penyebab dan cara mengobati keringat malam diatas dapat memberikan gambaran kepada kita tentang bagaimana cara kita dalam mengambil suatu tindakan dalam mengatasinya.