Penyebab Tifoid Dan Gejalanya

Penyebab Tifoid Dan GejalanyaDemam tifoid adalah salah satu jenis demam yang disebabkan oleh infeksi bakteri sehingga menimbulkan sejumlah masalah pada kesehatan kita.

Demam tifoid atau penyakit tifoid ini biasa disebut juga dengan penyakit tifus disebabkan oleh serangan bakteri Salmonella typhi. Penyakt ini hanya dikenal hanya pada manusia, dan cara masuk masuk bakteri Salmonella typhi sendiri dapat melalui makanan atau air yang telah terkontaminasi Salmonella typhi.

Bakteri yang masuk melalui makanan tersebut akan masuk ke usus, hati atau kandung empedu dan akhirnya memasuki aliran darah dan menimbulkan sejumlah gejala.

Gejala umum tifoid seperti

• Demam (biasanya antara 39.4 o C – 40oC
• Munculnya ruam pada kulit
• Muntah
• Hilangnya nafsu
• Sakit kepala
• Badan terasa lemah,
• Tinja berdarah
• Dll

Pada kasus tifoid yang parah, seseorang mungkin mengalami perforasi usus atau perdarahan internal, diare atau sembelit, dsb.

Demam yang timbul berfluktuasi antara suhu yang sangat tinggi dan rendah untuk waktu singkat dan biasanya kondisi mereda dalam waktu sekitar 3-4 minggu jika tak ada komplikasi lainnya. Dan pada beberapa pasien, penyakit tifoid mereka dapat kambuh kembali sekitar seminggu setelah pemulihan.

Bagaimana penyakit ini didiagnosis?

Penyakit ini biasanya didiagnosis dengan menggunakan sampel tinja atau sampel darah. Kehadiran bakteri yang paling mudah terlihat baik di awal atau di akhir penyakit. Tes diagnostik lainnya yang saat ini digunakan untuk mendiagnosis tifoid adalah:
• Studi antibodi fluoresen
• Perhitungan trombosit
• Kultur darah,dll.

Pengobatan tifoid sendiri tergantung dari tingkat keparahan penyakit, dan pasien mungkin diberikan obat baik secara oral ataupun intravena.

Obat yang paling pertama diberikan pada ada pasien yang telah didiagnosis tifoid dengan penggunaan antibiotik seperti ciprofloxacin dan ampisilin. Meskipun kloramfenikol pernah digunakan sebelumnya namun penggunaan obat kloramfenikol telah dilarang karena memiliki efek samping yang parah pada beberapa pasien.

Pilihan pengobatan tambahan untuk tifoid adalah menjaga tubuh pasien tetap terhidrasi dengan mengonsumsi minuman yang tidak terkontaminasi atau air dan makan makanan yang kaya nutrisi.

Perawatan selama masa pemulihan

Idealnya, seseorang yang menderita tipus tidak harus menghentikan pengobatan mereka segera setelah mereka merasa lebih baik. Hal ini karena, tifus memiliki tingkat kambuhnya penyakit sangat tinggi kambuh dan karenanya pasien harus menjalani pengobatannya sampai dokter mereka meminta untuk menghentikan pengobatan.

Mencuci tangan dengan sabun anti bakteri sebelum makan serta hanya memilih makanan atau minuman yang benar-benar steril adalah langkah terbaik sebagai bentuk pencegahan dari penyakit tifoid.