Penyakit Yang Berhubungan Hilangnya Fungsi Otot

Penyakit yang berhubungan dengan penurunan ataupun hilangnya fungsi otot karena gangguan pada sistem saraf dan karena penyakit otot sendiri.

Beberapa jenis penyakit yang berhubungan dengan kondisi diatas diantaranya adalah Amyotrophic lateral sclerosis, Bell palsy, botulisme, Sindrom Guillain-Barre, myasthenia gravis, sakit saraf, keracunan kerang paralitik, paralisis periodik, cedera saraf fokal, polio, cedera tulang belakang dan stroke.

Hilangnya fungsi otot sendiri dapat terjadi permanen atau sementara. Dan hilangnya fungsi otot ini sering disebabkan oleh kegagalan dalam saraf yang mengirimkan sinyal dari otak ke otot sehingga otot tak mampu digerakkan sama sekali.

Penyebab umum untuk hilangnya fungsi otot sukarela adalah karena penyakit otot dan penyakit pada sistem saraf.
Untuk penyakit otot, dapat mempengaruhi fungsi otot secara langsung.

Dua penyakit otot yang lebih umum yang menyebabkan hilangnya fungsi otot termasuk distrofi otot dan dermatomiositis.

Sementara penyakit yang berkaitan dengan sistem saraf seperti Bell palsy (menyebabkan kelumpuhan parsial wajah), Penyakit Lou Gehrig, Botulism, Sakit saraf, Polio dll.

Penyakit-penyakit yang berkaitan dengan sistem saraf diatas akan mempengaruhi cara saraf mengirimkan sinyal ke otot-otot sehingga menyebabkan hilangnya fungsi otot.

Banyak penyakit yang menyebabkan hilangnya fungsi otot herediter (didapatkan sejak lahir). Namun terlepas dari beberapa jenis penyakit diatas, pada sejumlah kasus hilangnya fungsi otot karena pengaruh cedera parah, karena penggunaan obat jangka panjang serta efek samping obat.

Hilangnya fungsi otot sendiri dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu hilangnya fungsi otot secara parsial dan total.

Kehilangan fungsi otot parsial hanya mempengaruhi bagian tubuh seperti pada penderita stroke. Sementara kehilangan fungsi otot secara total ( mengalami kelumpuhan) akan mempengaruhi seluruh tubuh, dan hal ini sering terlihat pada orang dengan cedera tulang belakang yang parah.

Dan untuk mengetahui secara pasti penyebab hilangnya fungsi otot maka doker akan mendiagnosanya dengan meminta jawaban pasien atas pertanyaan-pertnyaan yang diajukan oleh dokter.

Lokasi kehilangan fungsi otot, jumlah anggota tubuh terpengaruh dan gejala-gejala lainnya yang akan memberikan petunjuk mengenai penyebab pastinya.

Biasanya untuk mengetahui penyebab hilangnya fungsi otot, pasien perlu menjalani tes biopsi otot atau saraf, tes darah ( seperti CBC, diferensial sel darah putih, kadar kimia darah atau kadar enzim otot) , magnetic resonance imaging, CT scan kepala atau tulang belakang, tes konduksi saraf dan elektromiografi serta beberapa jenis tes lainnya.

Pilihan pengobatan untuk masalah hilangnya fungsi otot sendiri termasuk terapi fisik, operasi, stimulasi listrik dan lain sebagainya yang dilakukan oleh ahli medis tentunya.