7 Bahaya Dibalik Rasa Manis Aspartam

7 Bahaya Dibalik Rasa Manis AspartamAspartam adalah pemanis buatan nonkalori yang terdiri dari metanol, fenilalanin dan asam aspartat. Hal ini digunakan dalam minuman soda dan ribuan produk lainnya di seluruh dunia. Namun dibalik rasa manis dari Aspartam ini memiliki keterkaitan dengan diabetes, fibromyalgia dan beberapa jenis kanker.

Berikut adalah 7 bahaya dibalik rasa manis aspartam jika anda sering mengkonsumsinya secara berlebihan, seperti anda lihat di bawah ini:

1. Kanker

Penelitian telah menemukan hubungan antara konsumsi aspartam dan perkembangan tumor otak. Ketika aspartame rusak menghasilkan zat yang disebut diketopiperazine (DKP) atau yang juga dikenal dengan dioxopiperazine atau piperazinedione.

Ketika tubuh mencerna dioxopiperazine atau piperazinedione ini akan menghasilkan bahan kimia yang menginduksi pertumbuhan tumor otak.

2. Diabetes

Mengonsumsi Aspartam sangat berbahaya bagi penderita diabetes karena aspartam ini memperburuk kondisi yang berhubungan dengan diabetes seperti diabetes retinopati, katarak, neuropati dan gastroparesis. Pemanis buatan ini juga telah diketahui menyebabkan kejang karena reaksi insulin.

3. Gangguan psikologis

Gangguan emosi dan suasana hati telah dikaitkan dengan aspartam. Studi menunjukkan bahwa orang-orang dengan masalah emosional tertentu lebih sensitif terhadap aspartame. Tingginya kadar aspartam menyebabkan perubahan dalam kadar serotonin yang dapat menyebabkan masalah perilaku, depresi dan gangguan emosional lainnya.

4. Menghalangi Berat Badan

Aspartam dapat ditemukan pada soda makanan dan beberapa produk diet lainnya. Namun, penelitian menunjukkan bahwa pemanis meningkatkan rasa lapar dan benar-benar dapat menghambat penurunan berat badan Anda.

Fenilalanin dan asam aspartat dapat menyebabkan lonjakan kadar insulin dan memaksa tubuh Anda untuk menghilangkan glukosa dari aliran darah Anda dan menyimpannya sebagai lemak.

Aspartam juga menghambat produksi serotonin dan mencegah otak Anda dari sinyal ke tubuh Anda bahwa Anda penuh. Hal ini dapat menyebabkan mengidam makanan dan membuat lebih sulit bagi untuk menurunkan berat badan anda.

5. Cacat lahir

Aspartam adalah excitotoxin atau zat yang memiliki potensi untuk membunuh sel-sel dalam sistem saraf kita. Selain itu aspartam juga menjadi penghalang aliran darah ketak otak.

Penghalang tidak sepenuhnya terbentuk sampai anak berusia satu tahun, oleh karena itu, sebelum anak lahir, sistem saraf yang rentan terhadap setiap excitotoxins berbahaya ketika seorang ibu mengkonsumsi aspartam ini.
Terlalu sering terpapar fenilalanin atau asam aspartat dapat menyebabkan kerusakan otak ireversibel dan cacat lahir yang serius lainnya.

6. Masalah penglihatan

Methanol, salah satu komponen Aspartame ini, dapat merusak retina dan saraf optik. Jadi dengan sering mengkonsumsi Aspartam lewat makanan dan minuman yang mengandung aspartam akan menyebabkan gangguan pada indera penglihatan, seperti nyeri mata, penglihatan kabur dan dalam beberapa kasus menyebabkan kebutaan.

7. Kerusakan Otak dan Kejang

Bahaya Aspartam pada kesehatan tubuh lainnya yaitu dapat membuat kerusakan pada otak. Hal ini terjadi karena aspartam dapat mengubah kimia otak. Formaldehida, produk metanol, akan terkosentrasi di daerah tertentu dari otak yang menyebabkan penyakit degeneratif seperti Parkinson, Alzheimer, dan ALS.

Mengkonsumsi Aspartame juga dapat memicu kejang pada penderita epilepsi bahkan pada individu yang tanpa riwayat epilepsi.

Aspartam mungkin berisi lebih sedikit kalori dari gula, namun pemanis beracun berpotensi menyebabkan kerusakan serius pada sistem saraf dan dalam skenario kasus terburuk bisa berakibat fatal.