Nyeri Pada Vagina Setelah Berhubungan Intim

Nyeri Pada VaginaSebagian besar wanita mengalami rasa sakit setelah berhubungan intim dan dianggap normal-normal saja namun jika rasa sakit ini berlangsung sangat lama atau sangat sering terjadi maka hal ini perlu anda cari tahu apa sesungguhnya yang sedang terjadi pada diri anda.

Kurangnya pelumasan vagina menyebabkan rasa sakit selama atau setelah berhubungan berhubungan intim. Minimnya lubrikasi ini sendiri terkadang karena kurangnya foreplay, terlalu cepat untuk melakukan hubungan intim ataupun karena mereka terpaksa untuk melakukan hubungan intim demi meladeni sahwat suami mereka.

Infeksi vagina yang normal yang disebabkan oleh jamur atau bakteri dapat menyebabkan rasa sakit selama atau setelah berhubungan berhubungan intim, beberapa PMS seperti Chlamydia atau herpes juga bertanggung jawab untuk menyebabkan sakit parah selama atau setelah penetrasi.

Terlalu banyak douching vagina juga menyebabkan rasa sakit selama aktivitas bercinta mungkin karena infeksi atau iritasi yang disebabkan oleh agen yang hadir dalam cairan yang digunakan untuk douching tersebut. Dan beberapa wanita mungkin alergi terhadap minyak pelumas dari kondom yang digunakan pasangannya (suaminya).

Deterjen yang digunakan untuk mencuci pakaian dan piring juga dapat menyebabkan beberapa iritasi atau alergi pada vagina untuk mempromosikan rasa tidak nyaman atau nyeri setelah atau saat berhubungan berhubungan intim.

Infeksi saluran kemih adalah salah satu alasan penyebab sensasi terbakar saat buang air kecil dan dalam kebanyakan kasus itu disebabkan karena peradangan uretra. Dan kondisi ini juga dapat menyebabkan rasa sakit pada vagina setelah berhubungan intim.

Masalah lain yang dapat menyebabkan rasa sakit pada vagina setelah berhubungan intim adalah tumor fibroid, tumor panggul, kista ovarium dan endometriosis ini beberapa alasan umum ditemukan untuk nyeri vagina dan harus segera diatasi dengan nasihat medis ahli.

Pengaruh stress atau psikologis juga dapat menyebabkan situasi vaginismus. Pada kondisi vaginismus, otot vagina perempuan berkontraksi ketika ada penetrasi pada vagina. Resistensi ini oleh otot terjadi bahkan ketika tersentuh oleh jari atau tampon. Hal ini menyebabkan rasa sakit pada vagina saat penetrasi dan dapat dirasakan setelah berhubungan berhubungan intim.

Wanita yang memiliki klitoris yang sangat sensitif dan bagi beberapa wanita stimulasi klitoris bisa sangat menyenangkan tapi untuk beberapa wanita justru hal ini bisa menyakitkan.

Kadang-kadang terlalu banyak stimulasi selama foreplay juga dapat menyebabkan rasa sakit pada vagina setelah berhubungan intim.

Jadi untuk kondisi nyeri pada vagina saat atau setelah berhubungan intim bisa disebabkan oleh kondisi medis yang mungkin harus segera mendapatkan pertolongan dari ahli medis.

Oleh karena itu jika anda merasakan nyeri atau sakit setiap kali anda melakukan hubungan intim dengan pasangan anda maka segeralah berkonsultasi dengan dokter keluarga anda untuk mengetahui penyebab sebenarnya atas nyeri pada vagina anda.