Penyebab Wanita Belum Haid Diusia Reproduksi

Belum Haid Diusia ReproduksiApakah anda belum pernah mengalami haid meski usia anda sudah 16 tahun atau usia anda sudah tergolong usia reproduktif?
Belum pernah mendapatkan haid meski sudah tergolong usia reproduktif merupakan kondisi medis yang sering diistilahkan dengan Amenore.

Dalam dunia medis, amenore ini dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu amenore sekunder dan amenore primer.
Amenore primer mengacu pada kondisi, di mana menstruasi tidak dimulai pada usia 16 tahun sementara amenore sekunder mengacu pada penghentian perdarahan menstruasi yang teratur pada wanita yang sedang menstruasi sebelumnya.

Amenore primer lebih sering disebabkan karena cacat bawaan (kongenital) dan disebabkan oleh kelainan genetik dan kromosom serta cacat perkembangan pada sistem reproduksi.

Untuk amenore sekunder sendiri biasanya berhubungan dengan fluktuasi hormon, menopause dini, asupan obat-obatan tertentu dan kondisi kesehatan lainnya.

Dan pada pembahasan kali ini kita akan membahas lebih mendetail tentang apa itu amenore sekunder dan primer serta apa penyebab sesungguhnya mengenai hal tersebut.

Penyebab amenore Primer

Amenore primer biasanya hasil dari cacat genetik atau kromosom. Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi yang dikenal dengan istilah disgenesis gonad di mana ada deplesi prematur folikel dan sel telur yang pada gilirannya menyebabkan kegagalan prematur indung telur sehingga ovulasi dan menstruasi tidak bisa terjadi.

Di sisi lain, wanita dengan sindrom Turner tidak memiliki semua atau sebagian dari salah satu dari dua kromosom X. Hal ini dapat mencegah perkembangan ovarium secara normal dan dengan demikian menyebabkan amenore primer dan kegagalan ovarium prematur terjadi.

Hipotalamus, yang hadir di dasar otak memainkan peran penting dalam mengatur siklus menstruasi pada wanita. Jadi, tidak pernah mendapatkan haid meski diusia reproduktif bisa juga disebabkan karena gangguan hipotalamus kadang-kadang dapat bermanifestasi sebagai amenore yang lebih dikenal dengan istilah amenore hipotalamus fungsional.

Beberapa faktor risiko utama untuk kondisi ini adalah, gangguan makan (anoreksia nervosa dan bulimia nervosa), terlalu banyak berolahraga fisik dan stres fisiologis.

Seperti hipotalamus, hipofisis adalah kelenjar lain yang mengontrol menstruasi pada wanita. Jadi, pengembangan tumor atau jenis pertumbuhan invasif di kelenjar pituitari dapat menyebabkan amenore.

Beberapa kemungkinan penyebab lain dari amenore primer yaitu karena tidak adanya organ reproduksi tertentu, seperti rahim, vagina atau leher rahim, hiperplasia adrenal kongenital dan sindrom ovarium polikistik.

Kelainan pada struktur vagina juga dapat mengakibatkan amenore karena dapat menghalangi aliran darah dari rahim dan leher rahim.

Penyebab amenore sekunder

Kehamilan mungkin merupakan penyebab paling umum dari amenore sekunder meskipun hal ini bukan digolongkan sebagai gangguan medis ataupun penyakit.

Selain kehamilan, amenore sekunder dapat dikaitkan dengan penggunaan kontrasepsi. Secara umum, jika seorang wanita berhenti menggunakan kontrasepsi, dia mungkin memakan waktu beberapa bulan (sekitar 3 sampai 5 bulan) untuk melanjutkan siklus menstruasinya.

Demikian pula halnya dengan obat-obatan tertentu seperti antidepresan, kortikosteroid dan obat kemoterapi juga dapat menyebabkan amenore.

Amenore sekunder juga dapat hasil dari penurunan berat badan yang berlebihan, sering melakukan kegiatan fisik yang berat dapat mengganggu menstruasi pada wanita. Demikian pula, tingkat tinggi stres mental juga dapat memiliki efek pada menstruasi.

Beberapa penyebab umum lainnya amenore sekunder yaitu fluktuasi hormon yang disebabkan oleh sindrom polikistik ovarium, kelenjar tiroid kurang aktif atau hipotiroidisme dan perkembangan tumor pada kelenjar hipofisis.

Selain ini, dua kemungkinan penyebab lain dari amenore sekunder yaitu adanya jaringan parut pada rahim dan insufisiensi ovarium primer. Kadang-kadang, jaringan bekas luka dapat berkembang di dalam rahim, terutama setelah prosedur uterus seperti operasi caesar.

Kegagalan ovarium primer atau insufisiensi juga dikenal sebagai menopause dini juga dapat mengganggu fungsi normal indung telur cukup awal, biasanya sebelum 40 tahun.