12 Penyebab Utama Perut Kram Selama Kehamilan

12 Penyebab Utama Perut Kram Selama KehamilanKram perut merupakan fenomena umum selama kehamilan dan menyebabkan ketidaknyamanan selama menjalani masa kehamilan.

Pada kehamilan kram perut bisa dialami karena berbagai alasan. Sementara kram perut sesekali dapat dianggap normal, tetapi sebagian besar wanita merasakan hal ini sangat menyakitkan.

Memang, kram perut bisa hadir dalam bentuk kontraksi kecil yang dianggap normal-normal saja, namun kram perut yang sangat menyakitkan biasanya karena pengaruh medis lainnya.

12 Penyebab Kram Perut Selama Kehamilan

Kram perut saat hamil dapat disebabkan oleh beberapa faktor, dan hal ini mungkin perlu mendapatkan diagnosa jika anda mengalami kram yang parah dan disertai dengan gejala lain, seperti, perdarahan, menggigil, keputihan dan dema. Dan berikut adalah beberapa penyebab umum dari kondisi ini.

1. Persalinan prematur

Gangguan kram perut yang berlangsung terus-menerus yang disertai dengan nyeri punggung bawah sebelum usia kehamilan 38 minggu kemungkinan besar karena indikasi persalinan prematur sehingga meningkatnya tekanan pada rektum dan panggul.

2. Pre-eklampsia

Kram perut yang parah bisa juga terjadi karena pengaruh pre eklampsia, dan pre eklampsia sendiri disebabkan karena pengaruh tekanan darah tinggi selama kehamilan. Pre kelampsia ini juga dapat disertai dengan pembengkakan (edema) pada tangan, wajah dan kaki.

3. Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik terjadi ketika telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim, dan umumnya terjadi di tuba falopi atau ovarium (yang seharusnya melekatkan diri pada dinding-dinding rahim).

Pada kondisi kehamilan ektopik, struktur janin yang melekat tersebut cenderung pecah yang menyebabkan kram, disertai dengan pendarahan vagina. Dan hal ini merupakan situasi yang mengancam jiwa dan memerlukan perhatian medis sesegera mungkin.

4. Solusio plasenta

Solusio plasenta adalah kondisi serius lainnya yang dapat terjadi kapan saja selama kehamilan. Kondisi ini terjadi ketika sebagian atau keseluruhan plasenta melepaskan diri dari rahim.

Seiring dengan kram perut, gejala, seperti, perdarahan tiba-tiba, sering kontraksi, nyeri tekan uterus, dan nyeri punggung mungkin juga dialami ketika terjadi solusio plasenta.

5. Keguguran

Keguguran biasanya terjadi selama 20 minggu pertama kehamilan. Gejala termasuk kram perut parah disertai dengan pendarahan, pusing, dan kelelahan. Perhatian medis diperlukan untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.

6. Peregangan ligamen

Kebanyakan wanita hamil mungkin mengalami kram ringan karena peregangan ligamen selama trimester kedua. Kram perut ini mungkin dirasakan baik saat bangun dari tidur atau berdiri dari posisi duduk, ataupun saat batuk.

7. Braxton Hicks (persalinan palsu)

Braxton Hicks atau persalinan pelsu sangat umum terjadi selama beberapa minggu terakhir dari kehamilan. Persalinan palsu ini mungkin disertai dengan kontraksi tidak teratur, otot-otot rahim menegang dan nyeri punggung bawah.

Beberapa penyebab lain dari kram perut selama kehamilan karena gangguan pencernaan, sembelit dan perut kembung, usus buntu dan infeksi saluran kemih.