Gejala dan Penyebab Peradangan Hati Berlemak

Peradangan Hati BerlemakPeradangan pada hati berlemak mengacu pada suatu kondisi medis yang juga dikenal dengan steatohepatitis. Sindrom ini disebabkan oleh penumpukan lemak dalam sel hati.

Meskipun penumpukan lemak dalam sel hati ini tidak dapat menyebabkan banyak kerusakan dalam dirinya sendiri, tetapi kondisi abnormal ini dapat menyebabkan masalah yang berbahaya pada hati.

Hati berlemak dapat menyebabkan peradangan, jaringan parut dan pengerasan hati. Sementara steatohepatitis adalah istilah yang digunakan untuk akumulasi lemak pada hati. Kondisi ini menyerupai hepatitis alkoholik.

Oleh karena itu, pentingnya mengetahui gejala hati berlemak ini sebelum menyebabkan sejumlah kerusakan pada hati kita.
Sayangnya gejala hati berlemak tersebut terkadang tidak menunjukkan gejala khas seperti pada kebanyakan penyakit organ tubuh kita lainnya.

Namun ada sedikit kondisi tubuh yang bisa dijadikan kecurigaan yang mengarah pada kondisi hati berlemak, seperti mengalami kelelahan ataupun ketidaknyamanan pada perut. Sementara volume hati sendiri sedikit membesar dari awalnya namun hal ini hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan fisik secara menyeluruh oleh dokter ahlinya.

Jika hati telah meradang, mungkin ada gejala lain, seperti nafsu makan yang buruk, penurunan berat badan dan serta penderitanya merasa sangat lemah.

Penyebab paling umum dari kondisi hati berlemak adalahkarena pengaruh alkohol. Dan hampir semua peminum berat menderita penyakit hati berlemak tersebut.

Penyebab lainnya adalah karena obat-obatan tertentu dan gangguan metabolik yang diwariskan. Dalam banyak kasus, dokter tidak tahu pasti apa yang menyebabkan hati berlemak pada orang yang tidak pecandu alkohol, tetapi telah dikaitkan dengan kolesterol darah tinggi, obesitas, dan diabetes tipe 2 serta sering mengkonsumsi makanan tinggi lemak sebagai penyebab tidak langsungnya.

Hati berlemak juga bisa terjadi terjadi ketika tubuh menciptakan terlalu banyak lemak atau tidak dapat memetabolisme lemak dengan cepat. Akibatnya, sisa disimpan dalam sel-sel hati di mana akan terus terakumulasi sehingga menyebabkan penyakit hati berlemak.

Untuk sementara ini belum ada pilihan pengobatan yang tersedia untuk peradangan hati akut yang disebabkan oleh virus hepatitis. Dalam kasus hepatitis B kronis, obat-obatan seperti interferon alfa atau lamivudine biasa diresepkan oleh dokter.
Interferon alfa dan ribavirin digunakan untuk pengobatan hepatitis C kronis. Kortikosteroid digunakan untuk mengobati hati yang meradang akibat hepatitis autoimun.

Namun jika seseorang yang menderita kondisi peradangan hati berlemak sangat dianjurkan untuk mengurangi semua makanan berlemak dan berkalori tinggi.

Sebaliknya sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi sejumlah besar buah-buahan dan sayuran dalam diet serta minum banyak cairan untuk mengeluarkan racun dari dalam hati.