Apa Itu Hiperkalemia

Apa Itu HiperkalemiaHiperkalemia adalah suatu kondisi dimana tingginya kadar kalium dalam darah. Dan pada pasien yang menderita hiperkelamia yang berat memiliki tingkat kematian sekitar 67%.

Seperti kita ketahui bahwa kalium merupakan mineral penting bagi tubuh yang membantu dalam meningkatkan fungsi saraf dan sel-sel otot termasuk sel jantung. Dengan kata lain bahwa hiperkelamia ini dapat merusak seluruh organ-organ penting tubuh jika kondisi ini di biarkan begitu saja.

Dan organ yang bertanggung jawab dalam memproses kalium ini adalah ginjal. Ginjal selalu berusaha mempertahankan kadar kalium agar jumlah kalium yang beredar dalam darah tetap normal (sekitar 3,6-4,8 mEq/L ).

Namun jika kita kelebihan mengkonsumsi makanan yang tinggi kalium atau karena suatu kondisi medis yang mendasarinya maka jumlah kalium ini akan meningkat dan ginjal kita akan kewalahan dalam memprosesnya.

Nah, ketika kalium jumlah kalium ini tidak dapat dinormalkan oleh ginjal maka maka terjadilah apa yang disebut dengan hiperkalemia. Menurut medis, ketika kadar kalium dalam darah (berada dalam kisaran 5,1-7 mEq / L atau lebih) maka dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan.

Dan untuk mengetahui apa sesungguhnya penyebab hiperkalemia, gejala hiperkalemia dan cara mengobati kondisi hiperkalemia ini, berikut pembahasannya.

Penyebab Hiperkelamia

Pada umumnya penyebab utama hiperkelamia adalah permasalahan pada ginjal. Masalah-masalah ini termasuk gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis.

Gangguan ginjal ini mungkin timbul karena berbagai kondisi seperti adanya batu ginjal, gagal ginjal, glomerulonefritis, uropathy obstruktif, berkurangnya hormon aldosteron, penyakit Addison, Over suplemen kalium, dll.

Individu yang menderita dengan diabetes tipe 1 juga dapat menyebabkan hiperkelamia. Kurangnya insulin dalam darah menyebabkan kadar gula darah tinggi. Peningkatan kadar gula ini menyebabkan mineral kalium bergerak keluar dari sel dan masuk ke aliran darah, sehingga kadar kalium darah meningkat secara signifikan.

Gejala Hiperkelamia

Gejala hiperkelamia umumnya cenderung tanpa gejala sehingga sulit dideteksi secara dini, kecuali jika kenaikan kalium terjadi dalam waktu singkat.

Beberapa gejala Hiperkelamia yang mungkin dapat terlihat atau dirasakan, seperti:
• Mual
• Malaise
• Kelemahan pada Otot
• Palpitasi
• Hiperventilasi ringan
• Denyut jantung tidak teratur
• Masalah pernapasan
• Sensasi kesemutan
• Kelumpuhan

Pengobatan Hiperkelamia

Gangguan hiperkelamia ini didiagnosis dengan bantuan tes darah dan dengan melakukan EKG. Perawatan bisa jangka panjang ataupun jangka pendek, tergantung pada penyebab.

Jika gejala yang ringan dan tidak terkait apapun dengan ginjal atau komplikasi medis lainnya, maka salah satu mungkin yang disarankan oleh ahli medis yaitu membuat beberapa modifikasi diet.

Dalam kasus yang parah, seseorang mungkin akan diberikan diuretik untuk mengeluarkan kalium dari dalam tubuh.

Pada kasus kronis Hiperkelamia akan memerlukan dosis insulin intravena, glukosa dan kalsium karena hal ini dapat membantu dalam penyerapan kalium dari darah. Hal ini juga pada gilirannya akan melindungi jantung dan otot-otot lain yang dinyatakan bisa rusak karena hiperkelamia.

Jika kondisi ini muncul karena gangguan ginjal, orang yang terkena mungkin perlu dialisis untuk mengobatinya secara bersamaan.

Orang dengan kondisi Hiperkelamia harus memperbanyak minum air sehingga mineral kalium yang berlebihan bisa dikeluarkan dari dalam tubuh melalui urin ataupun keringat.