Penyebab Infertilitas Pada Pria

Penyebab Infertilitas Pada PriaInfertilitas atau ketidak suburan adalah masalah yang sering mempengaruhi pria, sementara kasus kemandulan ini hanya sebagian kecil saja bisa ditangani secara efektif.

Infertilitas pada pria tidak hanya mempengaruhi sangat tujuan dalam melanjutkan keturunan tetapi juga sangat mempengaruhi penderitanya secara psikologis.

Pada pembahasan kali ini kita akan melihat ke beberapa alasan penyebab infertilitas pada pria dan bagaimana cara menangani masalah ketidak suburan ini.

Gejala infertilitas pada pria

Gejala infertilitas yang paling umum baik pria maupun wanita adalah jika pasangan belum bisa hamil bahkan setelah satu tahun telah berhubungan intim tanpa kondom.

Jika seorang pria nampak kurang tertarik pada berintim (untuk jangka waktu yang cukup lama) dan mengutip alasan seperti kelelahan, stres atau suasana hati merupakan indikator yang bisa dicurigai sebagai gejala ketidaksuburan.

Selain itu, ketidakmampuan untuk mencapai ereksi dan tidak bisa ejakulasi juga sebagai salah satu dari tanda-tanda fisik dari infertilitas.

Seorang pria subur yang mengalami gangguan diatas biasanya juga dapat dilihat seperti memiliki kusam kulit dan berpenampilan kuyu secara keseluruhan.

Kadang-kadang faktor usia juga dapat menyebabkan penis keriput dan menjadi mungkin sebagai tanda infertilitas pada pria. Meskipun hal ini bukan menjadi indikator yang umum.

Penyebab ketidaksuburan pria

1. Faktor Lingkungan

Lingkungan memiliki efek keseluruhan pada kesehatan manusia dan dipandang memiliki pengaruh besar juga pada tingkat kesuburan seorang pria sehingga hal ini menjadi faktor penting untuk dipertimbangkan.

Dengan semakin meningkatnya polusi udara, paparan limbah industri, pestisida beracun, peningkatan suhu, radiasi dapat menurunkan kualitas kesehatan kita. Dan dalam beberapa kasus dapat memiliki efek langsung pada kesuburan seorang pria.

2. Faktor Psikologis

Faktor psikologis seperti stres, tekanan kerja, tanggung jawab, sering mengalami kegagalan dalam bisnis dan sebagainya bisa menyebabkan gangguan mengenai kesuburan pria.

3. Faktor Kesehatan

Faktor Kesehatan yang mempengaruhi infertilitas pada pria dapat dilihat seperti dibawah ini:
• Masalah testis
Masalah testis seperti tingginya tingkat FSH, rasa sakit dan bengkak di testis, ukuran yang tidak merata dari dua testis, kesulitan dalam buang air kecil dan ejakulasi atau ejakulasi dini serta sel-sel sperma yang abnormal dapat mempengaruhi tingkat kesuburan.

• Masalah Hormonal
Masalah hormon seperti kurang atau sangat tingginya produksi testosteron produksi, impotensi, insomnia, perubahan suara, pola pertumbuhan rambut, penglihatan kabur, kelemahan otot dan sejenisnya.

o Kesulitan dalam berereksi dan mempertahankan ereksi
o Orgasme tanpa semen.
o Penurunan kesehatan seksual.
o Usia tua
o Urin keruh.
o Jumlah sperma rendah.
o Kemandulan setelah vasektomi.
o Rendah tingkat motilitas sperma.

Gangguan kesehatan seperti penyakit hati, penyakit ginjal, infeksi genital, gangguan autoimun, anemia sel sabit, prostatitis, epididimitis dan obesitas semua dapat menyebabkan kemandulan pada pria.

4. Faktor Eksternal

Ada faktor-faktor tertentu seperti merokok atau karena paparan asap, gaya hidup kurang sehat juga mempengaruhi kualitas sperma.

Ada beberapa bentuk pengobatan yang dapat diadopsi untuk meningkatkan kesuburan pada pria, dan tergantung pada faktor-faktor penyebabnya.

Untuk perubahan contoh gaya hidup, mengambil suplemen tertentu, operasi untuk memperbaiki masalah kesehatan dan faktor-faktor lain seperti inseminasi buatan (jika tidak ada metode lain membantu meningkatkan kualitas sperma ) biasanya bisa membantu.