Penyebab Otot Sering Kejang-Kejang

Penyebab Otot Sering Kejang-KejangPenyakit apa sajakah yang dapat menyebabkan otot kejang-kejang ? Ya, otot yang sering kejang-kejang atau mengalami kedutan jangan dianggap sepele karena bisa saja hal tersebut disebabkan oleh kondisi medis yang cukup serius.

Otot sering kejang-kejang dapat terjadi karena sejumlah alasan, termasuk dalam hal ini karena defisiensi vitamin atau mineral, kelelahan otot, stres, pengaruh cuaca dingin, dsb.

Selain beberapa alasan di atas, otot kejang-kejang juga dapat disebabkan oleh pengaruh sejumlah penyakit yang dapat anda lihat seperti dibawah ini.

Penyebab Otot Sering Kejang-Kejang

• Sklerosis lateral amiotrofik

Sklerosis lateral amiotrofik adalah gangguan pada neuron yang menyebabkan kedutan dan melemahkan otot gerak, utamanya pada otot lengan dan kaki.

Sklerosis lateral amiotrofik dalam jangka panjang dapat menyebabkan seseorang menjadi cadel, gangguan saat menelan makanan, bergerak bahkan napas hingga kelumpuhan otot-otot.

• Distrofi otot

Distrofi otot adalah gangguan otot bawaan yang dikaitkan dengan kelainan gen sehingga menyebabkan kelemahan otot rangka, perubahan protein otot yang pada akhirnya menyebabkan kematian pada otot-otot dan jaringan.

Distrofi otot ini dallam jangka panjangnya menyebabkan pasiennya kehilangan kemampuan mereka untuk berjalan (lumpuh).

• Neuropati perifer

Neuropati perifer adalah suatu kondisi yang menyebabkan nyeri otot dan mati rasa di tangan dan kaki. Penyakit ini disebabkan oleh kerusakan saraf akibat cedera, infeksi, masalah metabolisme, paparan toksin, dll.

• Penyakit Huntington

Penyakit hungtington adalah penyakit genetik yang terjadi akibat perubahan gen tunggal yang mengakibatkan kerusakan sel-sel otak secara progresif sehingga mengakibatkan gangguan pada gerakan, pemikiran dan masalah kejiwaan.

Gejala-gejala penyakit huntington termasuk gangguan pada otot, kejang, gangguan pada memori, penurunan konsentrasi, depresi, perubahan suasana hati, dll.

• Penyakit Wilson

Salah satu penyakit yang menyebabkan otot berkedut adalah penyakit Wilson. Penyakit Wilson ini adalah kelainan bawaan dan juga dikenal sebagai degenerasi hepatolentikular.

Degenerasi hepatolentikular ini menyebabkan akumulasi yang berlebihan akan tembaga dalam hati, otak dan organ vital tubuh lainnya.

Sementara itu, tembaga diperlukan untuk pengembangan saraf, kolagen, tulang dan melanin. Jika tembaga hadir secara berlebihan maka akan diekskresikan keluar dari organ hati.

Namun, ketika tembaga tidak bisa dikeluarkan dari tubuh maka akan menumpuk dalam tubuh yang pada akhirnya menyebabkan seseorang menderita depresi, gangguan saat berbicara, kesulitan menelan, nyeri sendi, kehilangan nafsu makan, kelelahan, otot berkedut, sakit kuning, pembengkakan pada lengan dan kaki, ruam kulit, dll.

Sindrom Tourette

Penyakit lain yang menyebabkan kejang otot adalah sindrom Tourette. Sindrom Tourette ini adalah gangguan neurologis yang didapatkan selama masa kanak-kanak dan remaja. Hal ini menyebabkan otot mengalami kejang-kejang.

Gejala awal Sindrom Tourette ini termasuk otot wajah, otot batang ataupun otot ekstremitas mengalami kejang-kejang yang berlangsung begitu cepat.

Kelainan pada sendi rahang

Kelainan pada sendi rahang atau sindrom temporomandibular joint adalah salah satu gangguan yang menyebabkan rasa sakit dan nyeri pada rahang.

Kelainan ini terjadi karena perubahan alignment bantalan sendi atau kerusakan tulang rawan akibat arthritis.
Gangguan pada sendi rahang ini menyebabkan seseorang kesulitan untuk mengunyah, sakit pada otot wajah, sakit kepala, suara klik pada rahang dan kadang-kadang kejang otot di sekitar rahang dan pipi.

Jika seseorang menderita kejang otot kronis maka alangkah baiknya jika mengonsultasikan hal ini pada dokter ahlinya untuk memastikan apa penyebab pasti dari gangguan otot tersebut.