Gagal Jantung Kongestif Stadium Empat

Gagal Jantung Kongestif Stadium EmpatGagal jantung kongestif adalah suatu kondisi yang ditandai oleh ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup ke berbagai bagian tubuh.

Dalam dunia kedokteran, jantung manusia dibagi menjadi empat ruang atau rongga yaitu ruang atas (atrium kiri dan atrium kanan) dan ruang bawah (ventrikel kiri dan kanan).

Dari keempat rongga tersebut, Atrium kanan dan ventrikel kanan memompa darah terdeoksigenasi yang diterima dari vena ke paru-paru sementara atrium kiri dan ventrikel kiri menerima darah beroksigen dari paru-paru. Dan darah beroksigen tersebut kemudian dibawa ke berbagai bagian tubuh oleh arteri.

Nah untuk istilah gagal jantung sendiri mengacu pada kondisi di mana jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Jika tindakan pemompaan jantung menjadi lemah, darah dapat kembali ke hati, paru-paru, perut dan ekstremitas bawah. Dalam keadaan seperti itu, seseorang didiagnosis dengan gagal jantung kongestif (CHF).

Gagal jantung kongestif sendiri dibagi menjadi empat tahap dan tahap keempat adalah tahap akhir dari kondisi gagal jantung.

Tapi sebelum memasuki tahap akhir (stadium 4) dari gagal jantung, diawali dari tahap awal dengan gejalanya mungkin hanya merasa sedikit lelah atau letih setelah terlibat dalam aktivitas fisik.

Pada tahap kedua, segala bentuk aktivitas fisik dapat mengakibatkan sesak napas, jantung berdebar-debar dan kelelahan yang parah, tapi gejala akan hilang ketika individu tersebut beristirahat.

Untuk tahap ketiga, gejala gagal jantung ini akan semakin jelas. Gejala yang mungkin dialami pada saat tubuh melakukan aktivitas fisik ringan termasuk pembengkakan di kaki atau pergelangan kaki, sesak napas, pusing, detak jantung cepat dan kelelahan yang parah.

Nah, ketika memasuki stadium 4 dari gagal jantung kongestif ditandai dengan ketidakmampuan pasien untuk melakukan aktivitas fisik dan mengalami sesak napas bahkan saat individu tersebut beristirahat.

Aktivitas fisik yang sangat ringan juga dapat menyebabkan ketegangan pada jantung yang pada gilirannya menyebabkan palpitasi, kelelahan berat dan batuk persisten. Gejala lainnya termasuk retensi cairan dalam tubuh menyebabkan pembengkakan terutama di ekstremitas bawah dan atau mungkin mengalami kenaikan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.

Penyebab gagal jantung kongestif

Penyebab gagal jantung kongestif dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi sehingga mempengaruhi mekanisme pemompaan jantung. Dan kondisi- kondisi tersebut dapat kita lhat seperti dibawah ini.

Arteri koroner yang mensuplai darah ke jantung mungkin mengalami hambatan karena penumpukan timbunan lemak sehingga mempengaruhi aliran darah dan melemahkan otot jantung.

Tekanan darah tinggi salah satu penyebab gagal jantung dimana pada pasien yang mengalami tekanan darah tinggi menyebabkan jantung mereka harus bekerja lebih keras untuk memompa dan memasok darah ke berbagai bagian tubuh kita.

Gangguan pada salah satu katup pada jantung yakni katup mitral, katup trikuspid, katup aorta dan katup pulmonal dapat mempengaruhi pengaliran darah melalui jantung atau menyebabkan darah kembali ke jantung.

Mereka yang memiliki cacat jantung bawaan atau mereka yang telah mengalami serangan jantung atau serangan jantung juga rentan terhadap penyakit gagal jantung kongestif.