Pendarahan Setelah C – Section

Pendarahan Setelah C - SectionPerdarahan Postpartum yang terjadi pada C-section dan persalinan normal merupakan kondisi yang umum terjadi. Dan fenomena ini disebut juga dengan lokia pendarahan, yang dianggap sebagai bagian dari proses pembersihan alami oleh rahim.

Plasenta yang melekat pada suatu titik tertentu pada dinding rahim yang dilepas saat melahirkan meninggalkan pembuluh darah yang terbuka. Pembuluh darah inilah asal aliran darah didalam rahim.

Nah, setelah plasenta telah dilepas maka seiring dengan waktu rahim melakukan kontraksi sehingga menutup pembuluh darah yang terbuka dan pendarahan berhenti.

Namun pada kondisi tertentu sering pula terjadi perdarahan abnormal setelah melahirkan yang erat kemungkinannya karena komplikasi lebih tinggi pada persalinan C – section.

Postpartum pendarahan dimulai tepat setelah melahirkan. Dalam kasus normal , perdarahan akan nampak merah cerah dan sangat banyak untuk beberapa hari.

Dan gumpalan darah juga dapat muncul namun jika terjadi gumpalan darah yang besar tentu ini perlu menjadi kekhawatiran. Dalam kasus pembekuan yang sangat besar sebaiknya memerlukan perhatian medis.

Pada perdarahan pstpartum normal, perdarahan yang awalnya berupa kemerahan cerah berangsur-angsur berubah menjadi kuning kecoklatan dan kemudian berubah menjadi sedikit being yang mungkin memakan waktu sekitar 2 minggu. Dalam jumlah debit sendiri, volumenya bisa berkurang hanya dalam waktu sekitar satu minggu saja.

Namun dalam beberapa kasus, dapat berlangsung sampai empat atau enam minggu. Periode berikutnya mungkin datang setelah dua sampai tiga bulan dan hal ini dianggap perdarahan postpartum normal.

Penyebab Pendarahan berlebihan

Sebagaimana disebutkan di atas , beberapa wanita mungkin mengembangkan pendarahan yang berlebihan setelah C – section karena berbagai alasan. Salah satu gejala dari perdarahan abnormal adalah adanya gumpalan besar dalam debit.

Komplikasi lain dari postpartum abnormal adalah perdarahan yang tidak terkendali dan volumenya sangat besar setelah C – section.

Perdarahana abnormal setelah C-section ini mungkin saja karena adanya kerusakan kepembuluh darah utama selama operasi. Penghapusan plasenta yang sangat melekat erat pada dinding rahim mungkin menjadi alasan untuk pendarahan yang berlebihan setelah C-section.

Dalam beberapa kasus, jika plasenta tidak bisa dilepas sepenuhnya selama C – section maka bisa menyebabkan perdarahan berat.

Penyebab lain perdarahan yang berlebihan adalah tidak berkontraksi rahim yang memungkinkan pembuluh darah untuk tetap terbuka danterus mengeluarkan darah. Dalam beberapa kasus, regangan yang berlebihan juga dapat menyebabkan perdarahan berat yang akan dapat mereda setelah istirahat yang cukup.

Pengobatan untuk pendarahan berlebihan

Ada berbagai metode untuk mengobati perdarahan yang berlebihan setelah C – section yang diperkirakan tidak bisa berhenti tanpa pengobatan maka mungkin dokter akan memberikan pengobatan khusus ataupun operasi, dan tergantung pada penyebab pendarahan tersebut.

Jika rahim tidak berkontraksi setelah melahirkan sehingga menyebabkan pendarahan maka memerlukan obat-obatan yang diresepkan untuk merangsang rahim berkontraksi. Jika dalam kasus ini ibu kehilangan darah dalam jumlah besar maka harus dilakukan transfusi darah.

Dan opsi terakhir jika obat yang diresepkan tidak memperbaiki masalah maka terpaksa dilakukan operasi histerektomi atau pengangkatan rahim untuk mencegah kehilangan darah.