Rematik Pada Anak dan Balita

Rematik Pada Anak dan BalitaRematik bisa terjadi pada semua kelompok umur termasuk pada balita dan anak-anak yang dapat berlangsung dari beberapa bulan sampai bertahun-tahun.

Rematik pada anak dan balita dapat memungkinkan untuk melibatkan satu atau banyak sendi dan menyebabkan gejala lain seperti demam, ruam dan atau radang mata.

Demam bisa mencapai hngga 39,4 ° C atau lebih dan datang secara berulang yang juga sering disertai dengan ruam berwarna ikan salmon.

Pembengkakan sendi juga bisa terjadi setelah mungkin beberapa bulan atau bertahun-tahun setelah demam terjadi. Dan rematik ini bisa bertahan bahkan setelah demam dan gejala lainnya telah menghilang.

Penyebab utama terjadinya rematik pada anak dan balita adalah adanya gangguan fungsi sistem kekebalan tubuh yang menyerang lapisan sendi (membran sinovial) sehingga menyebabkan peradangan yang pada akhirnya menyebabkan kerusakan sendi.

Sayangnya anomali sistem imun yang menyerang membran sinovial ini belum diketahui. Rematik pada anak tidak dianggap penyakit turunan dan jarang melibatkan lebih dari satu anggota keluarga.

Dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa beberapa orang mungkin cenderung memiliki kelainan genetik mengembangkan rematik, tetapi mereka mengembangkan kondisi ini hanya setelah terpapar infeksi atau karena adanya pemicu lain yang juga tidak diketahui secara pasti.

Untuk mendiagnosa rematik pada anak sedikit sulit karena beberapa anak mungkin tidak mengeluh sakit pada awalnya dan pembengkakan sendi mungkin tidak terlihat jelas. Sementara tidak ada tes darah yang dapat digunakan untuk mendiagnosa kondisi.

Beda halnya dengan rheumatoid arthritis orang dewasa yang biasanya memiliki tes darah faktor rheumatoid positif, tetapi anak-anak dengan rematik biasanya memiliki tes darah dengan faktor rheumatoid negatif. Akibatnya diagnosis rematik pada anak tergantung pada temuan fisik , riwayat kesehatan dan mengesampingkan diagnosis lain.

Gejala khas rematik pada anak yang biasa terlihat, termasuk diantaranya adalah:

• Anak terlihat pincang
• kekakuan saat berdiri
• malas untuk mefungsikan tangan atau kaki
• Tingkat aktivitas berkurang
• Demam persisten
• Pembengkakan pada sendi
• dll.

Kondisi lain yang dapat menyerupai rematik pada anak, termasuk infeksi, kanker anak , gangguan tulang, penyakit Lyme dan lupus. Jadi untuk memastikan diagnosa maka penyakit diatas harus disembuhkan dahulu sebelum diagnosis rematik dipastikan.