Cara Mencegah Pertumbuhan Sel Kanker Payudara

Cara Mencegah Pertumbuhan Sel Kanker PayudaraSudah saatnya semua wanita harus mencegah dari resiko pertumbuhan sel kanker payudara karena saat ini satu dari delapan perempuan didiagnosis dengan kanker payudara dalam hidupnya.

Dan kanker payudara menjadikan jenis kanker yang paling umum pada wanita setelah kanker kulit. Setiap tahun , ratusan ribu wanita didiagnosa menderita penyakit berbahaya ini.

Meskipun para ahli belum menemukan obat paten untuk menyembuhkan kanker payudara ini, namun penelitian telah memberikan kita wawasan tentang bagaimana cara kita agar bisa mencegahnya , menghambat dan mengobatinya.

Para ilmuwan medis telah mampu mengidentifikasi berbagai faktor risiko untuk mengembangkan kanker payudara meskipun terkadang kita sering kali mengabaikan hal tersebut.

Dan berikut ini adalah cara mengotrol dari resiko kanker payudara yang mungkin bisa membantu anda dalam menghindarkan diri dari penyakit mematikan ini.

Kurangi minuman beralkohol

Jika anda ingin selamat dari pertumbuhan sel kanker payudara maka sebaiknya hindari sebisa mungkin untuk tidak mengkonsumsi alkohol.

Pada wanita yang minum rata-rata satu gelas sehari hanya memiliki sedikit peningkatan risiko dibandingkan dengan wanita yang tidak minum alkohol sama sekali. Sementara wanita yang rata-rata minum alkohol 2 sampai 5 gelas sehari adalah sekitar 1,5 kali lebih mungkin untuk mengembangkan kanker payudara.

Olahraga jalan cepat

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa melakukan sejumlah aktivitas fisik ringan dapat mengurangi risiko kanker payudara. Penelitian lain melaporkan bahwa perempuan yang melakukan olahraga berupa jalan cepat selama 1,25-2,5 jam dalam seminggunya bisa mengurangi risiko kanker payudara hingga 18 %.

Dalam studi lain yang dirilis baru-baru ini bahwa wanita yang berpartisipasi dalam olahraga berat selama setidaknya satu jam sehari dapat mengurangi risiko dari kanker payudara sebesar 25 %, sementara kelebihan berat badan atau obesitas telah dikaitkan dengan kanker payudara.

Makanan pilihan

Kebanyakan penelitian telah mencoba untuk memilah-milah mana makanan dan diet dapat membantu risiko kanker payudara lebih rendah.

Kesimpulan dari penelitian tersebut mengungkapkan bahwa beberapa jenis makanan terbukti mampu dalam mencegah pertumbuhan sel kanker payudara.

Makanan yang mengandung karotenoid yang banyak ditemukan dalam buah-buahan berwarna kuning, oranye dan merah dan sayuran seperti wortel, paprika merah dan ubi jalar dapat menurunkan risiko kanker payudara.

Diet tinggi sayuran dan rendah karbohidrat serta mengurangi konsumsi daging merah telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara secara signifikan.

Sebuah penelitian pada tikus menunjukkan bahwa makan kenari dapat mengurangi risiko kanker payudara yang diduga kuat karena sifat anti inflamasi yang dikandungnya.

Vitamin D

Memenuhi kecukupan vitamin D harian banyak memberikan manfaat untuk kesehatan, termasuk untuk mengurangi risiko kanker payudara.

Sementara hubungan antara vitamin D dan kanker payudara masih sedang diselidiki , beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa wanita dengan kadar rendah vitamin D besar kemungkinannya berada pada risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

Untuk mendapatkan vitamin D sebenarnya sangat mudah, cukup dengan berada dibawah sinar matahari pagi sekitar 10 sampai 15 menit dalam seharinya. Kita juga bisa mendapatkan vitamin D ini dengan sering mengkonsumsi susu, sereal, tuna, udang dan salmon atau mengambil suplemen vitamin D.

Mengontrol hormon

Paparan estrogen dari waktu ke waktu dapat menyebabkan perkembangan kanker payudara. Ini pula sehingga mengapa terapi penggantian hormon untuk wanita pasca – menopause telah dikaitkan dengan meningkatkan resiko kanker payudara.

Sementara itu, menyusui sangat membantu dalam mengubah kadar hormon. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa wanita yang menyusui bayi mereka setidaknya selama enam bulan, dapat mengambat kehadiran sel kanker payudara jika mereka sebelumnya beresiko.

Tapi jangan lupa bawa tidak ada yang bisa membantu mengurangi risiko kematian akibat kanker payudara selain dengan mendeteksi sel tersebut secara dini.