Gejala Dan Penyebab MERS-COV

Gejala Dan Penyebab MERS-COVMERS – COV atau Middle East Respiratory Syndrome yang disebabkan oleh Virus corona adalah penyakit pernafasan parah yang awalnya ditemukan di Timur Tengah seperti Yordania, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Penyakit MERS – COV ini sendiri merupakan penyakit yang biasa ditemukan pada hewan yang kemudian ditemukan pula menginfeksi manusia melalui perantaraan hewan. Bahkan saat ini, penyebaran virus ini sangat mudah menyebar dari orang yang terinfeksi ke orang yang sehat.

Dan berikut ini adalah gejala dan penyebab MERS – COV yang perlu kita ketahui bersama dalam rangga melakukan pencegahan penyakit MERS mematikan ini.

Asal usul penyakit MERS ini para ahli percaya bahwa kelelawar merupakan biang pertama penyebar virus ini. Tapi untuk kasus terakhir MERS para ahli kemudian menduga bahwa infeksi ini juga bisa ditularkan melalui hewan unta. Dan yang pastinya hal ini masih perlu pembuktian yang lebih ilmiah lagi.

Beberapa kelompok orang yang cukup beresiko tinggi terinfeksi virus ini utamanya petugas kesehatan yang berkontak langsung dengan pasien MERS. Kelompok yang beresiko tinggi lainnya seperti pelancong dengan kondisi diabetes, penyakit paru-paru atau pelancong dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Gejala MERS – COV biasanya muncul 2 sampai 14 hari setelah infeksi dengan menimbulkan gejala seperti nyeri dada, demam, batuk, sesak napas dan kesulitan bernapas.

Beberapa pasien MERS – COV mengalami pneumonia dan diare hingga dalam kasus berat seperti gagal ginjal yang bisa menyebabkan kematian penderitanya.

Tapi yang jelasnya bahwa gambaran MERS-COV ini memiliki gejala sebagai penyakit seperti flu dengan gejala pneumonia dan gejalanya juga mirip dengan yang ditemukan pada pasien yang menderita SARS-COV hanya saja infeksi SARS tidak menyebabkan gagal ginjal seperti pada MERS-COV.

Pencegahan MERS – COV sendiri yaitu hindari kontak dengan unta dan menjaga kebersihan pribadi. Hindari menyentuh bagian-bagian wajah dan menutup mulut anda dengan tisu atau menggunakan tangan saat bersin atau batuk . Hindari kontak dengan orang-orang yang menderita batuk atau bersin.

Karena penyakit MERS – COV ini terbilang masih baru mewabah pada manusia, aaat ini belum tersedia vaksin atau obat khusus yang bisa mencegah mewabahnya MERS. Mencari perhatian medis sesegera mungkin jika anda menunjukkan gejala dan atau telah melakukan perjalanan atau bersiarah ke jazirah arab.

Pengobatan dan perawatan MERS-COV hingga detik ini, dokter hanya hanya dapat memberikan perawatan medis suportif untuk membantu meringankan gejala. Perawatan suportif artinya memberikan pengobatan untuk mencegah, mengontrol atau mengurangi komplikasi dan efek samping serta berusaha untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien.