Gejala dan Penyebab Plasenta Previa

Gejala dan Penyebab Plasenta PreviaDalam dunia medis istilah plasenta previa adalah posisi plasenta yang abnormal dirahim dan ditandai dengan letak plasenta yang terlalu rendah sehingga menutupi leher rahim baik secara keseluruhan atau hanya sebahagian saja.

Penyebab plasenta previa ini belum diketahui secara pasti namun ada beberapa hal yang bisa menempatkan seorang wanita memiliki resiko tinggi pada kondisi ini seperti kehamilan diatas usia 35 tahun, telah menjalani lebih dari empat kehamilan, memiliki riwayat operasi rahim dan mengalami hamil kembar.

Plasenta previa umumnya terjadi pada trimester ketiga kehamilan khususnya bagi mereka yang memiliki resiko tinggi pada kondisi ini.

Jenis plasenta previa ini senidiri dibagi menjadi tiga jenis, seperti:
1. Previa lengkap : pembukaan serviks benar-benar tertutup
2. Partial previa : sebagian dari leher rahim tertutup oleh plasenta
3. Previa marginal : hanya pada tepi serviks

Gejala gejala plasenta previa pada ibu hamil dapat dikenali dari beberapa gejala umum seperti perdarahan tanpa rasa sakit selama kehamilan memasuki usia trimester ketiga.

Dan beberapa kasus lain wanita hamil yang mengalami plasenta previa akan mengalami kontraksi prematur, posisi bayi dalam keadaan sungsang dan atau dalam posisi melintang, ukuran uterus lebih besar dari yang seharusnya sesuai dengan usia kehamilan ibu.

Untuk mengobati plasenta previa ini diawali dengan diagnosa medis setelah itu barulah dipikirkan cara mengatasi plasenta previa ini secara tepat.

Pemberian suntikan steroid untuk membantu matang paru-paru bayi dan jika perdarahan tidak dapat dikendalikan, terpaksa dilakukan persalinan sesar sesegera mungkin jika usia kehamilan memungkinkan.

Tapi pada previas marginal, beberapa kasus persalinan melalui vagina dapat dilakukan, namun untuk previas lengkap atau sebagian biasanya memerlukan kelahiran sesar.

Nah, demikanlah gejala, penyebab dan pengobatan plasenta previa diatas semoga bisa menjadi informasi pelengkap dalam pengetahuan anda.