Resiko dan Peluang Hamil Diatas 35 Tahun

Resiko dan Peluang Hamil Diatas 35 TahunUntuk mendapatkan hamil setelah usia diatas 35 tahun mungkin lebih sulit dibanding pada usia 25 tahun. Tapi yang jelasnya wanita diatas 35 tahun masih bisa hamil tapi memiliki resiko yang tinggi.

Dan tidak semua wanita mengalami kesulitan untuk hamil setelah usia 35 tahun, hanya saja prosentasenya sangat kecil mengingat puncak kesuburan di sebagian besar perempuan di usia 20-an dan secara bertahap mulai menurun diawal 30-an tahun bahkan bisa lebih cepat dari itu.

Pada usia sekitar 35 tahun, kesuburan mulai menurun sangat cepat. Sebagai contoh, beberapa penelitian telah menemukan bahwa dalam setiap bulan yang diberikan kemungkinan untuk mendapatkan hamil pada usia 30 tahun sekitar 20 %. Pada usia 40 tahun, kesempatan untuk mendapatkan hamil dalam setiap bulan hanya sekitar 5 % saja.

Sebuah studi terbaru yang melibatkan 782 pasangan dengan mempelajari kemungkinan hamil berdasarkan hari hubungan seksual sebelum ovulasi dengan menggunakan suhu basal tubuh untuk melacak masa ovulasi mereka.

Pada perempuan yang lebih muda dan sedikit lebih tua, hari yang paling subur adalah dua hari sebelum ovulasi.

Bagi wanita usia 19 hingga 26 tahun, merupakan masa yang paling subur dengan memiliki kesempatan 50% mengarah ke kehamilan. Sementara untuk wanita dengan rentang usia 35-39 , kemungkinan hamilnya hanya sekitar 29 %.

Wanita dalam rentang usia 35-39 memiliki kesempatan 29 % untuk hamil pada hari yang paling subur mereka namun jika pasangan (suami) lima tahun lebih tua dari mereka, kemungkinan peluang hamil untuk pasangan tersebut turun menjadi 15 %.

Mengapa terjadi penurunan kesuburan?
Sebelum menopause dimulai, kemampuan reproduksi tubuh kita mulai melambat dan menjadi kurang efektif dalam memproduksi telur yang sehat dan matang. Ketika usia mendekati menopause, ovarium menjadi kurang respon lagi terhadap hormon yang bertanggung jawab untuk membantu telur berovulasi.

Penurunan kesuburan alami ini terjadi dalam perempuan yang sehat namun bagi wanita yang memiliki kebiasaan seperti merokok akan mengalami penurunan kesuburan yang lebih cepat lagi.

Resiko cacat lahir
Selain masalah kesuburan, peningkatan risiko cacat lahir dan keguguran bisa lebih tinggi terjadi pada kehamilan diatas 35 tahun.

Hal ini dipengaruhi oleh telur yang matang untuk diovulasi sudah kurang maksimal lagi diproduksi oleh ovarium. Selain itu, faktor usia juga meningkatkan kemungkinan masalah genetik yang mungkin dapat diturunkan pada janin seperti peningkatan risiko bayi Down Syndrome pada wanita di atas usia 35 tahun.

Resiko keguguran
Resiko keguguran juga meningkat seiring dengan pertambahan usia. Sekitar 10 % dari kehamilan berakhir dengan keguguran bagi wanita di awal 20-an. Pada awal 30-an 12 % dari wanita mengalami keguguran.

Sementara usia lebih dari 35 tahun, sekitar 18% kehamilan akan berakhir dengan keguguran. Dan di awal 40-an, 34% kehamilan berakhir dengan keguguran.